Hindari Kesalahan Ini Pada Menjaga Etika Marketing Anda

Hindari Kesalahan Ini Pada Menjaga Etika Marketing Anda

Dalam sudut pandang moral, bisnis yang baik adalah bisnis yang baik selakuala, menurut, moral. Perilaku dalam baik dalam konteks moral adalah ulah yang sesuai melalui norma moral, sedangkan perilaku yang buruk adalah perilaku dalam bertentangan dengan ataupun menyimpang dari canon moral. Perilaku pada konteksi ini merupakan tindakan dan perkerjaan yang dilakukan pada bisnis, baik tersebut keputusan bisnis, kebijakan yang diambil lalu interaksi bisnis melalui lingkungannya. Semua pekerjaan yang kita mainkan di dunia di sini. memiliki panduan kebiasaan pelaksanaanya, termasuk jua dalam menjalankan marketing. Ada yang sifatnya wajib yang dianggap sebagai regulasi pemain bisnis untuk tidak melanggar aturan seperti seperti tindakan kriminal atau kecurangan.

Hal diatas adalah pelanggaran yang akan diterima kepada perusahaan yang tidak menerapkan etika didalam bisnisnya karena memiliki unsur kecurangan. Hal lain yang menjadikan pelanggaran terhadap perusahaan yang tidak menerapkan etika didalam bisnisnya adalah pegawai perusahaan yang melakukan pelanggaran Pedoman Etika Bisnis dan Etika Kerja serasi dengan ketentuan dalam berlaku. Pengenaan sanksi atas bentuk-bentuk pelanggaran yang dilakukan akibat Komisaris dan Direksi, berpedoman pada anggaran dasar perusahaan lalu keputusan RUPS. Sedangkan pengenaan sanksi bersama pegawai perusahaan diaplikasikan sesuai dengan kesepakatan dalam Peraturan Disiplin Pegawai maupun rule kepegawaian yang berlaku.

Kalau menerapkan hal ini dalam sebuah perusahaan, maka tentu menghasilkan membentuk nilai, canon dan perilaku karyawan serta pimpinan pada membangun hubungan dalam adil dan sehat dengan pelanggan atau mitra kerja, pemegang saham, dan masyarakat. Good Corporate Governance lebih memfokuskan pada penciptaan nilai dan penambahan nilai bagi para pemegang saham, sedangkan etika bisnis lebih menekankan pada pengaturan hubungan dengan para stakeholders. Diharapkan paper ini dapat memberikan kontribusi dalam implementasi etika bisnis dan Good Corporate Governance dalam kegiatan bisnis di Indonesia.

Di zaman klasik bahkan juga di era modern, masalah etika bisnis dalam dunia ekonomi tidak begitu mendapat tempat. Maka tidak aneh bila masih banyak ekonom kontemporer yang menggemakan cara pandang ekonom klasik Adam Smith. Mereka berkeyakinan bahwa sebuah bisnis tidak mempunyai tanggung jawab sosial dan bisnisterlepas dari “etika”. Dalam ungkapan Theodore Levitt, tanggung jawab perusahaan hanyalah mencari keuntungan ekonomis belaka. Sanksi hukuman harus mempertimbangkan dampak kerugian ekonomi, sosial, dan hak hidup korban. Misalnya, sanksi berupa penutupan perusahaan sekaligus pencabutan izin yang dimiliki ditambah kewajiban mengganti nilai kerugian ekonomi bagi korban terdampak.

etika bisnis

Pukulan itu setimpal melalui akibat pengabaian dora bisnis oleh korporasi. Bagi produsen, penegakan etika bisnis akhirnya menjadi krusial untuk meminimalkan moral hazard. Auditor publik masih minim sekali melakukan taxation keuangan terhadap entitas bisnis dengan mengaitkan indikator kepedulian bersama aspek lingkungan. Pelaksanaan good corporate governance, kalau pun nyata, masih terbatas di perusahaan papan arah. Namun, sayangnya, jangankan entitas bisnis balana kecil, perusahaan kelas menengah saja gak menghiraukan prinsip GCG. Bagi para pengusaha, tujuan etika pada berbisnis adalah buat meningkatkan kesadaran meaningful serta membuat batasan-batasan bagi para pemain bisnis serta melakukan good business. Para pengusaha harus memiliki pemahaman bahwa monkey business atau praktek bisnis kotor hanya akan merugikan banyak pihak, termasuk dirinya sendiri pada akhirnya.

Menurut Hill dan Jones, pengertian etika bisnis adalah suatu ajaran untuk membedakan antara salah dan benar. Hal ini dapat memberikan pembekalan kepada setiap pemimpin perusahaan ketika mempertimbangkan untuk mengambil keputusan strategis yang terkait dengan masalah moral yang kompleks. Sebelum masuk pada prinsip etika bisnis, Anda harus mengetahui terlebih dahulu tujuan dari etika bisnis itu sendiri. Tujuan utama dari etika bisnis yaitu mampu memberikan kesadaran moral dan memahami batasan-batasan yang diperbolehkan atau tidak diperbolehkan kepada seluruh pelaku bisnis agar menjalankan good Bussines.

Comments are closed.